
Pengguna internet Indonesia tentu tak asing dengan istilah “agan”,
“cendol”, “pertamax”, atau “bata”. Ya, kata-kata tersebut sering ditemui di
situs KasKus. Kaskus yang
merupakan kependekan dari kasak-kusuk (bergosip) adalah situs media sosial
‘rasa’ Indonesia. Andrew Darwis mendirikan Kaskus pada tahun 1999 dengan modal
hanya US $ 3 atau Rp. 30 ribu saja. Berawal dari tugas yang diberikan oleh
dosen untuk membuat program dari free software, kini Kaskus berkembang menjadi website
forum komunitas yang terbesar di Indonesia. Selain menjadi forum
diskusi berbagai topik hangat, Kaskus juga menumbuhkan geliat bisnis online di
Indonesia dimana pembeli dan penjual bisa saling menemukan dan bertransaksi
secara transparan.